Pantai Friwen: Salah Satu Daftar Pantai Keren di Raja Ampat



Mak slap, sekilas nama “Friwen” terdengar hampir mirip dengan kata “Prewed” bukannya baper atau apa tapi memang begitulah yang saya rasakan kala itu. Entah kenpa dulu dinamakan friwen, aku pun tak tahu, mencoba mencari-cari tapi tak kunjung ketemu. Apakah ini adzab? Sempat hampir ketemu di web kemendesa tapi ada keterangan webnya nggak bisa dibuka, sedih bukan main.

Ah sudahlah lupakan sejenak tentang nama friwen, bukan saatnya mendebatkan asal-usulnya, tapi saatnya untuk mengagumi keindahan friwen. Friwen sendiri merupakan salah satu nama pulau di Raja Ampat, kalau membaca dari review-review sebelumnya banyak sekali tempat wisata di Friwen ini, mulai dari tempat snorkeling atau diving di Friwen Wall. Tapi saya saat itu hanya berada di Pantai Friwen aja, nyesel memang nggak menjelajahii semua, namun apa daya karena langit sudah mulai menguning menuju senja.

Menepi di Pantai Friwen

Perlahan tapi pasti speedboat yang kami tumpangi diam-diam menepi, karena tidak ada dermaganya maka otomastis kami harus ber-koceh ria jika ingin sampai di bibir pantai. “Byur…Byur..Byur” bunyi air begitu keras, serta percikan airnya lumayan bagus dan tak sengaja percikan air itu mengenai mulut saya. Rasanya asin, batin saya (karena ini memang benar-benar air laut bukannya rawa) ngigau lu laik.

Terlihat di tepi pantai ada beberapa bule yang sedang bersantai ria sambil berjoget, tapi nggak tahu lau apa yang mereka putar, karena bukan lagunya Via Vallen ataupun Nella Kharisma. Hehe. Tapi berdasarkan pengamatan saya dari postur tubuh dan warna kulit, serta tutur katanya mereka berasal dari Eropa. Pokoknya Negara yang akhirannya ia, ia, dan ia. Sepertu Rusia, Ceklosovakia, Swedia, dan ia ia lainnya tapi yang pasti bukan Italia. Tapi pengamatan ini belum tentu benar ya, karena saya belum sempat menanyakan langsung kepada mereka.

Selain bule ada juga anak-anak penduduk asli yang dengan cerianya memanjat pohon serta bergelantungan pada seutas tali lalu melompat dan menceburkan diri dalam lautan. Sebenarnya di dalam hati yang terdalam ingin mencoba juga tapi nggak jadi ah, takut (cemen lu laik). Tapi memandang mereka bahagia saya ikut bahagia juga kok, serius ngggak bohong.

Bemain di Pantai Friwen

Ow iya sampai lupa menceritakan gimana bentuknya atau lebi tepatnya keadaan di Pantai Friwen ini, kalau diibaratkan seorang cewek pantai ini cantik bener, kalau diibaratkan cowok pantai ini cakep betul kaya saya.. #ups (sambil tutup mulut). Beberpa ciri yang dapat menggambarkan kecantikan atau kecakepan Pantai Friwen ini diantaranya sebagai berikut.

Pertama, pasirnya putih dan menghiasi pinggiran pesisir dan kalau diinjek pasirnya lumayan lembut lho, nggak kasar-kasar banget.
Kedua, terdapat beberapa pohon besar di pinggir pantai sehinggga tempatnya tetap teduh, seteduh senyumanku untukmu #cie.
Ketiga, warna air lautnya bergradasi mulai dari biru muda sampai tua dan seirama. Seirama? Iya,  seperti langkah kita berdua yang tak tau tujuannya kemana, kepelaminan mungkin #aamiin.
Keempat, ombaknya begitu tenang ketika surut, bahkan hampir tidak terasa ombaknya, pokoknya asyik deh buat main-main.
Kelima, ada beberapa gubuk di pingir pantai yang menjajakan gorengan dan minuman, kalau tidak salah ada tiga. Dan pastinya pantainya masih bersih tidak banyak sampah.

Udah lima aja ya ciri-cirinya, jangan banyak-banyak, nanti kalau kebanyakan jatuhnya malah mengurangi jumlah wisatawan yang datang ke sana, karena udah nggak penasaran lagi sama yang namanya Pnatai Friwen.

Nah tanpa kuduga dan ku sangka, ternyata pemandu wisata kami telah menyiapkan balon, yang pasti jumlahnya lebih dari lima dan warnanya rupa-rupa. Nggak tahu permainan apa yang akan kami lakukan kali ini, tapi kami semua dibagi menjadi empat tim. Setelah mereka memberi arahan, barulah saya faham. Kalau boleh sedikit bercerita jadi permainan kali ini adalah permainan kecepatan dan kerja sama. Jadi kami harus berbaris berbanjar dengan balon ditengah-tengah anggota tim satu dengan lainnya lalu kami haus cepat-cepatan sampai ke garis finis dengan catatan balon tidak boleh terjatuh.


Priitt… permainanpun dimulai dan masing-masing tim beradu cepat mencapai garis finis, tak jarang senyum dan tawa menghiasi wajah kami. Trengggg…. Treenggg.. Trengggg.. Akhirnya ada yang mencapai garis finis duluan, tapi tidak bersamaan dengan angota kelompok lainnya alias gagal total semuanya, tidak ada pemenangnya.       

Ngopi Dulu Euy!!

Setelah berbasah-basah ria tentunya badan menjadi dingin, tapi kedininan itu teratasi dengan secangkir kopi. Kami memang telah menyediakan beberapa sachet kopi sebelumnya, tentunya ini merupan inisiatif dari pemandu wisata. Haha. Ditambah lagi beberapa potong gorengan, agaknya cukuplah untuk sekedar mengganjal perut. Tapi untuk gorengannya dibeli dari kios yang ada di sana, harganya sekitar 2000-an lah per-biji. Kalau mau beli kopi sachetan ada juga, harganya berkisar di angka 10 -15 ribu.

Selesai ngemil agaknya ada sedikit energi untuk beraktivitas kembali dan kamipun mencoba untuk mencoba bergoyang aster bersama, tapi waktu itu saya nggak ikutan sih. Musikpun mulai dimainkan pelan-pelan mereka menggerakkan tubuhnya mengikuti irama dan jika dilihat secara seksama gerakannya pun satu (Iyalah,,,). Beberapa wisatawan yang ada di sana pun mencoba ikut menari. Tapi apalah daya mereka kalah jago. #huuu.

Setelah dirasa capek dan mungkin baterai dari speakernya udah mau habis kami akhirnya berfoto lagi. Kali ini berfoto membentuk sebuah formasi, nah coba tebak apa formasi yang akan kami bikin? Yes benar sekali jawabannya tulisan yang kami bentuk adalah BI, BI merupakan singkatan dari Bank Indonesia. Bank Indonesia merupakan instansi tempat kami bernaung, mencurahkan tenaga untuk kemajuan bangsa, bekerja sepenuh hati demi senyuman ibu pertiwi.

Langit kian menguning, mentari agaknya mau tenggelam, dan anginnya pun mulai berhembus kencang.  Badan inipun rasanya juga mulai lelah, dan sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk kembali lagi ke penginapan. Sekian dulu cerita dari saya mengenai liburan di Pantai Friwen, barangkali ada yang mau ditanyakan atau saran bisa dituliskan di kolom komentar, namun jika ingin lebih pribadi bisa DM di twitter atau instagram. Jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati mohon dimaklumi dan dimaafkan. Sekian dari saya, Salam Literasi.   

*Cerita perjalanan ini merupakan cerita liburan penulis pada saat acara gathering kantor pada bulan februari 2018 dan baru kali ini posting di blogger. Terimakasih telah mampir dan membaca tulisan ini. Tunggu tulisan selanjutnya tentang liburan di Raja Ampat. 

0 Response to "Pantai Friwen: Salah Satu Daftar Pantai Keren di Raja Ampat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel