Menjelajahi Keindahan Alam Raja Ampat


“Bangun Laik !!!, Bangun!!!”

Suara temanku itu lantas membangunkan aku dari tidurku, dengan setengah sadar aku mencoba melihat jam yang ada pada smartphone. Waktu masih menunjukkan pukul 04.16 WIT, pengennya masih mau tidur lagi tetapi seketika itu temanku langsung berkata untuk segera bersiap berangkat ke bandara. Seketika itupun aku teringat bahwa hari ini ada acara gathering pegawai kantor ke Raja Ampat.

Sontak aku langsung berdiri dan bergegas mandi. Untung semalem sudah packing barang-barang yang akan dibawa, jadi selesai mandi langsung cuss berangkat ke kantor dan berkumpul di sana dengan yang lainnya. Alhamdulillah, untung nggak telat. Meskipun ada sebagian orang telah berangkat ke bandara, tapi masih ada segelintir orang yang menunggu kehadiranku di sana. Selang beberapa menit akhirnya kami berangkat ke bandara bersama-sama dan kami merupakan rombongan terakhir.
Menunggu keberangkatan di Bandara Rendani, Manowari
Sesampai di bandara memang masih lumayan sepi, mengingat ini merupakan pesawat pemberangkatan pertama. Tak lama berselang panitia gathering membagikan boarding pass. Setelah itu, langsung saja deh kami masuk ke bandara bersama-sama. Tertera dalam tiket pesawat berangkat pukul 05.30 WIT, tapi karena delay akhirnya kami harus sabar menanti dan pesawat baru berangkat pukul 06.50 WIT.

Perjalanan Sorong – Raja Ampat

Tidak sampai satu jam berada di udara akhirnya pesawat mendarat di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong. Tak perlu menunggu lama, ternyata di luar bandara kedatangan kami sudah disambut oleh tour guide yang akan menemani perjalanan kami selama dua hari ke depan di Raja Ampat. Mereka telah menyiapkan dua buah bus yang akan mengantarkan kami ke pelabuhan.  Tak mau tunggu lama akhirnya kami semua langsung naik bus untuk melanjutkan perjalanan.

Sekitar 15 menit perjalanan menggunakan bus, akhirnya kami sampai juga di pelabuhan perikanan. Ternyata di pelabuhan telah disiapkan sarapan untuk kami, kata tour guide-nya “buat energi mengarungi lautan”. Tak perlu menunggu aba-aba langsung saja kami menyantap sarapan yang telah disediakan. Alhamdulillah, akhirnya semua peserta selesai makan juga. Selanjutnya adalah melanjutkan perjalanan menggunakan speed boat menuju Raja Ampat.
Pelabuhan Sorong
Jumlah kami waktu itu sekitar 40-an orang (sudah termasuk tour guide), speed boat yang digunakan ada 2 buah. Tak perlu menunggu lama, berhubung cuaca cukup baik dan ombak tidak terlalu tinggi langsung saja mesinnya di nyalakan dan kami meluncur menuju Raja Ampat. Sepanjang perjalanan hanya ucapan rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat kesehatan dan juga kekaguman atas alam ciptaan-Nya.

Menepi di Teluk Kabui
Batu Pensil, Raja Ampat
“Rekan-rekan kita telah sampai di Teluk Kabui” kata tour guide-nya. Kedatangan kami di teluk kabui langsung disambut dengan gerimis manja. Teluk Kabui merupakan gugusan pulau-pulau yang tersusun seperti labirin. Nama Teluk Kabui memang tak semasyhur Piaynemo ataupun Wayag, tapi pemandangan di sini tidak kalah indahnya.

Ada satu ikon yang cukup polpuler di sini, yakni Batu Pensil. Batu ini berdiri tegak dengan ketinggian sekitar 15 meter. Di sekitar Batu Pensil sudah dibangun dermaga kayu, sehingga speedboat bisa bersandar dan kamipun bisa melihatnya dari dekat. Entah kenapa bisa dinamakan Batu Pensil, karena setelah saya amatibentuknya tidak mirip seperti pensil. Tapi ya sudahlah daripada bingung memikirkannya lebih baik bergegas ke tujuan selanjutnya. 

Tiba di Penginapan

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari Teluk Kabui, akhirnya kami sampai juga di penginapan. Rencananya kami akan menggunakan dua penginapan, yakni di Raja Ampat Dive Lodge (RADL) dan Mangkur Kodon Homestay. Sebenarnya mau menggunakan satu penginapan saja, namun apa boleh buat karena di RADL penuh maka kami rela jika harus terbagi dua. Meskipun terbagi dua, akan tetapi tidak akan mengurangi kebersamaan kita kali ini.
RADL, Raja Ampat
Setiba di RADL kamipun langsung disambut dengan minuman dingin, dan dipersilakan untuk makan siang terlebih dahulu. Kamipun akhirnya makan siang bersama-sama di RADL. Selesai makan siang waktu menunjukkan pukul 15.20 WIT, tour guide memberi arahan kepada kami untuk segera berganti pakaian dan bersiap untuk menjelajah di Raja Ampat. Semuanyapun bergegas melaksanakan perintah dan siap untuk menjelajah.

Bermain Bersama di Pasir Timbul dan Pantai Friwen
Pasir Timbul, Raja Ampat
Tujuan pertama kami sore ini adalah Pasir Timbul. Perjalanan dari penginapan menuju Pasir Timbul ini sekitar setengah jam. Sesuai dengan namanya Pasir Timbul merupakan hamparan pasir yang timbul di tengah lautan yang muncul dikala tertentu saja, terutama pada saat air laut sedang surut. Tanpa berpikir panjang setelah speedboat berhenti, saya langsung terjun di Pasir Timbul. Airnya jernih sekali di sini, “Subhanallah” begitu indah alam ciptaan Tuhan ini.

Bermain di pasir timbul merupakan sesuatu yang menyenangkan, apalagi saat itu tourguide-nya sudah menyiapkan permainan untuk kami. Permainan ini dilakukan dengan cara berkelompok, kamipun dibagi menjadi empat kelompok. Permainannya aldalah mengangkat ember dengan kaki, dan pemenangnya adalah tim yang mengangkat ember paling tinggi dan paling lama. Yeesss, tim sayapun sore itu menjadi juaranya. Karena air laut sudah mulai pasang kamipun melanjutkan destinasi selanjutnya.
Menari bersama di Pantai Friwen, Raja Ampat
Friwen adalah nama sebuah pantai yang menjadi destinasi kali ini. Perjalanan dari Pasir Timbul ke Pantai Friwen tidak sampai setengah jam. Pantai Friwen memiliki pemandangan yang sangat cantik, dengan pasir putih, pepohonan yang rindang, serta air laut berwarna biru muda dan biru tua yang terlihat senada dan menyegarkan mata.

Di Pantai Friwen ada beberapa penjual yang menyajikan gorengan dan minuman ringan. Tapi usahakan untuk membawa kudapan sendiri lumayanlah buat menghemat pengeluaran. Karena pantainya indah banget tentunya sayang sekali kalu hanya berdiam diri, tanpa berpikir panjang langsung saja menceburkan diri dan menikmati segarnya air laut. Tapi sang tourguide-nya ternyata tak mau kalah karena mereka sudah menyiapkan permainan bagi kami, permainan kali ini adalah menggunakan balon. Langit mulai menguning dan kamipun harus beranjak dari Panai Friwen untuk kembali ke penginapan untuk beristirahat untuk mengisi energi untuk esok hari.    

Keindahan Alam Piaynemo

Pagi-pagi setelah sarapan kami langsung menuju dermaga penginapan, untuk melanjutkan perjalanan ke Piaynemo. Karena semuanya sudah berkupul dan speedboat telah siap akhirnya kami langsung berangkat.
Piaynemo dari ketinggian, Raja Ampat
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam akhirnya kami sampai juga di Piaynemo. Bisa di bilang Piaynemo merupakan miniatur dari Wayag. Gugusan pulau berbatu karst menjadi magnet di Raja Ampat untuk menarik wisatawan berkunjung. Ditambah lagi airnya yang biru bergradasi hijau, dilengkapi pasir putih jernih.

Pemandangan di Paynemo akan menarik jika dilihat dari ketinggian. Enaknya di Piaynemo ini sudah ada anak tangganya sehingga memepermudah untuk mencapai puncak, kalau tidak salah ada 366 anak tangga yang harus dilalui unuk mencapai puncak piaynemo. Subhanallah indah sekali pemandangan di sini. Sungguh indah ciptaanmu ini Tuhan.
Foto Bersama di Piaynemo, Raja Ampat
Mungkin sampai di sini dulu aja ceritanya ya sebenarnya habis dari Piaynemo masih ke Piaynemo resort sama snorkeling di Sawandarek sih, mungkin bisa di baca pada postingan selanjutnya. Terimakasih sudah menyempatkan mampir, kalau ada yang ingin ditambahkan tulis aja di kolom komentar.

0 Response to "Menjelajahi Keindahan Alam Raja Ampat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel