Bermain Pasir Putih di Tengah Lautan Ala-Ala Pasir Timbul, Raja Ampat

Pasir Timbul 
Entah masih siang atau sudah sore, tapi yang jelas saat itu sudah pukul 14:16 WIT. Rasa kagum dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kekuasaannya menciptakan alam seindah ini. Nggak nyangka kalu bakalan melihat fenomena alam seindah ini, kalau biasanya pasir putih ada di pesisir pantai atau di gurun pasir, di Raja Ampat ini lain ceritanya. Ada juga pasir putih yang di tengah laut! Amazing banget kan?

Letaknya dimana sih kok ada pasir putih di tengah lautan? Tepatnya di Mansuar, Raja Ampat, Papua Barat yang punya fenomena unik ini. Eitts, ini bukan pulau ya, ini semacam pasir putih yang nongol begitu aja pada jam-jam tertentu. Warga sekitar dan para wisatawan menyebutnya dengan "Pasir Timbul". Nggak hanya pasir timbul yang putih banget, tapi air laut di sekitarnya juga bening banget dan bersih. Tapi tetep ya air lautnya asin, hehe. Alhamdulillah saya sempat berkunjung ke sana pada Februari lalu acara gathering kantor.

Bermain bersama di pasar timbul, Raja Ampat
Menurut orang yang tahu, (hasil browsing dan baca-baca dikit), sebenarnya pasir timbul merupakan fenomena alam yang terjadi saat air laut sedang surut. Sehingga pada jam-jam tertentu, pasir putih akan nongol ke permukaan, serta bisa dipakai untuk duduk-duduk santai, bermain-main atau hanya sekedar menikmati bersihnya pasir putih.

Saat kami berkunjung kemaren, ada satu gundukan yang menonjol, berwarna putih dan cukup luas. Seperti pada gambar pertama pada postingan ini, katanya sih kalau lebih siang lagi akan melihat dua gundukan pasir yang menonjol. Setelah saya sedikit mengamati foto yang pertama, emang benar sih kayaknya memang ada dua gundukan,g tapi pas sampai sana kemaren gundukan satunya udah ketutup air laut, meskipun nggak terlalu dalam. 


Menurut informasi, biasanya pasir ini akan menonjol di waktu siang hari. Kisarannya, mulai jam 11.00 WIT siang sampai jam 15.00 WIT sore. Ini juga menjadi pertimbangan jika ingin singgah ke pasir timbul. Usahakan lebih siang ya kalau ke sana, tapi lumayan panas sih kalau siang. 

Pasir Timbul, Raja Ampat
Sebenarnya kalau ke Pasir Timbul ini bisa berangkat dari  Waisai, jaraknya bisa ditempuh mulai 30 menit sampai 1 jam. Tergantung dari kecepatan kapal yang ditumpangi. Tapi berhubung kemaren saya acara gathering saya berangkan dari penginapan Raja Ampat Dive and Loudge (RADL), perjalanannya sekitar setengah jam-n sih. 

Masalah biaya untuk ke sini umumnya sudah mencakup di paket tur, kalau ikut paket tur (seperti yang kami lakukan kemaren). Namun, jika ingin mengurus sendiri, kira-kira Rp 7 juta untuk sewa kapal cepat, biasanya itungannya harian. Kapal ini kira-kira dapat menampung hingga 15 orang (ada beberapa ukuran kapal cepat dan kapasitas maksimal masing-masing dan dengan harga sewa yang berbeda pula), jadi bisa patungan kapal cepat kalau ke sananya rame-rame atau udah janjian sama traveler lainnya. Traveler juga dikenakan biaya masuk konservasi senilai Rp 500 ribu untuk turis domestik dan Rp 1 juta untuk wisatawan mancanegara. Usahakan kalau sewa kapan cepat posisi sudah berada di Waisai, karena semakin dekat perjalanannya sehingga bisa lebih banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Dan waktunya nggak habis di perjalanan.

Nah, mungkin sampai di sini dulu ya cerita jalan-jalannya ke Pasir Timbul, lain kali di sambung lagi ke destinasi yang lainnya. Jika ada masukan atau pertanyaan bisa tuliskan di kolom komentar atau DM di Instagram, Twitter, atau kontan nomor yang udah tercantum ye. Trimakasih udah nyempetin mampir. See You.... 


*Cerita perjalanan ini merupakan cerita liburan penulis pada saat acara gathering kantor pada bulan februari 2018 dan baru kali ini posting di blogger. Terimakasih telah mampir dan membaca tulisan ini. Tunggu tulisan selanjutnya tentang liburan di Raja Ampat. 

0 Response to "Bermain Pasir Putih di Tengah Lautan Ala-Ala Pasir Timbul, Raja Ampat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel