Empat Ilmu yang Didapat Dari Peru


Peru layaknya menjadi idola baru di benua Amerika. Setelah sukses menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF dan Bank dunia 2015 lalu, kini perkembangan turis sektor pariwisata kian membara.

Pertemuan tahunan (International Monetary Fund) IMF dan Bank Dunia bisa dikatakan perhelatan akbar dengan peserta terbanyak dari segi Negara pada abad ini. Karena acara ini dihadiri oleh delegasi dari 189 negara, lebih banyak dari perhelatan Miss World yang hanya 127 negara, dan menang telak atas perhelatan Asian Games yang hanya 45 negara. Tapi jika dilihat dari total peserta yang hadir memanglah tidak terlalu banyak, karena hanya sekitar 15.000-an orang dan dengan jumlah orang segitu masih akan ada sedikit ruang kosong jika harus memadati seperempat tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Namun jika melihat lebih ke dalam lagi, ternyata delegasi pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia merupakan orang penting di negaranya masing masing, karena mereka adalah Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari Negaranya. Selain itu juga akan dihadiri oleh pelaku bisnis, akademisi, pemimpin Lembaga Internasional, press/media, dan masih banyak lagi.

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia merupakan pertemuan keuangan tahunan terbesar di dunia. Diselenggarakan setiap bulan Oktober oleh Dewan Gubernur International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB), pertemuan mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini seperti outlook ekonomi global, stabilitas keuangan global, kemiskinan, pembangunan, lapangan kerja, dan perubahan iklim. Sebagai gambaran awal pertemuan tahunan ini selalu diadakan setiap tahun pada bulan Oktober dengan tuan rumah Washington D.C. pada dua tahun pertama, dan tahun ketiga diselenggarakan di luar Wahington D.C.  Tepat pada Oktober tahun ini Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan tersebut, tentunya ada banyak hal yang harus dipersiapkan, mengingat saking istimewanya acara ini. Jika boleh memberikan saran maka saya akan memutuskan untuk memberi saran kepada Indonesia untuk berguru kepada Republik Peru.  

Memilih Peru sebagai guru, menurut saya merupakan sesuatu yang masih masuk akal mengingat Peru merupakan tuan rumah terakhir di luar Washington D.C. penyelenggara pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia. Dan menurut saya ada kesamaan dari Peru dan Indonesia dari segi ekonominya. Tapi bergurunya tidak perlu delegasi Indonesia berbondong-bondong ke Peru, cukuplah membaca teks wawancara berikut ini dan beberapa tanggapan dari saya. Sebuah wawancara eksklusif dari pegawai Bank Indonesia, Natya Ayu dengan Mr. Oscar Hendrix di sela-sela perhelatan IMF-World Bank Spring Meetings 2018  di Washington DC. Mr. Oscar Hendrix merupakan Analis Senior di IMF yang berasal dari Peru, serta terlibat dalam persiapan Peru menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia 2015. Seperti apa jalanya proses berguru tersebut, mari baca dengan seksama dan sampai tuntas teks wawancara berikut.

Apa yang anda lakukan pada masa persiapan? Seperti apa Peru menyiapkan annual meeting 2015?

Kami sangat serius mempersiapkan Annual Meeting 2015. Annual Meeting 2015 merupakan sebuah kesempatan besar, Peru sangat bangga dengan semua ini, kami juga melakukan semua hal sama seperti Indonesia. Indonesia telah memiliki pusat konvensi serta industri pelayanan. Karena Peru belum punya pusat konvensi maka persiapan pertama yang dilakukan Peru adalah membangun pusat konvensi dengan basement yang luas. Selain itu juga membangun infrastruktur untuk mendukung event besar annual meeting. Seperti yang kita ketahui bahwa event ini dihadiri lebih dari 12.000 orang dari berbagai belahan dunia. Peru menghadapi setiap tantangan yang ada, saya pikir Peru berhasil menghadapi semua tantangan ini.

Ilmu pertama yang dapat diambil dari sini adalah sudah sepatutnya Indonesia bersukur, karena Indonesia telah memiiki pusat konvensi yang ada di Nusa Dua, Bali. Sehingga hal tersebut cukup membantu serta secara tidak langsung memotong anggaran untuk persiapan pertemuan tahunan ini. Bayangkan jika Indonesia belum mempunyai pusat konvensi dana anggaran untuk pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia yang saat ni sekitar 1 triliun, pasti akan lebih besar dan bahkan bisa menjadi dua kali lipat untuk membangun pusat konvensi.

Saya mendengar kesuksesan Peru, tapi pada saat persiapan anda melakukan banyak hal untuk memastikan keberhasilan event ini? Apa yang telah Peru lakukan, seperti apa ekspektasi dari penyelenggaraan annual meeting bagi Peru?

Peru memprioritaskan dan mempersiapkan event ini beberapa tahun sebelumnya. Kami sukses memanfaatkan industri dalam negeri untuk menjangkau pertumbuhan inklusif. Kami ingin menunjukkan kepada dunia, kelompok bisnis, dan semua Negara produsen yang datang untuk meningkatkan kesempatan bisnis bagi semua kelompok.

Ilmu kedua adalah Indonesia harus bekerja keras, hal ini tentunya juga senada dengan motto dari presiden Indonesia yakni, kerja, kerja, kerja. Apalagi mengingat perjuangan untuk menjadi tuan rumah acara ini tidaklah mudah, harus melalui seleksi dan butuh dukungan dan kepercayaan dari Negara lain. Karena hanya dengan bersunggu-sungguh dan kerja keraslah event ini akan terselenggara dengan baik. Tentunya yang harus bekerja keras bukan hanya panitia saja, melainkan seluruh elemen bangsa Indonesia terutama masyarakat Bali yang secara langsung menjadi saksi hidup perhelatan akbar ini.  

Apa pendapat anda tentang hasil dan raihan yang diterima atas semua hal yang telah dilakukan, dan apa dampak yang diterima Peru terutama di bidang ekonomi?

Peru sangat diuntungkan atas penyelenggaraan event ini, karena ini adalah suatu kebanggaan, Negara sangat bangga atas event ini. Selain itu event ini juga meningkatkan industri wisata kami yang berdampak sangat luas. Setelah penyelenggaraan event ini potensi turis dan industri wisata terus meningkat. Kami meraih hampir 50% peningkatan kunjungan turis 2 tahun berikutnya yang menghuni beberapa hotel utama seperti Marriot, Hilton, atau Sonesta. Mereka mengembangkan dan membangun banyak jaringan hotel karena semua sangat menguntungkan.

Selain pariwisata, karena pembangunan pusat konvensi yang telah dibangun untuk event ini, ternyata berdampak luar biasa. Beberapa tahun belakangan Peru sering menjadi tuan rumah pertemuan bisnis di Amerika Selatan dan Amerika Latin, dan juga membawa banyak manfaat pada sektor industri lain. Kami menegaskan kembali bahwa masyarakat sangat bangga untuk merasakan suasana kebersamaan dan persatuan antar Negara. Kami berasal dari Negara yang berbeda, beragam budaya dan kelompok, tapi juga membantu Negara-negara merasakan kebanggaan atas kebersamaan ini luar biasa untuk kami.

Ilmu ketiga yang didapat adalah rakyat Indonesia harus berkarya dan berinovasi untuk menyambut kedatangan peserta pertemuan tahunan dan juga siap menyambut turis mancanegara yang berlibur pasca kegiatan ini. Karena selain sebagai ajang pertemuan bisnis acara ini juga merupakan ladang yang tepat untuk promosi pariwisata Indonesia, mengingat yang datang nanti selain petinggi Negara dan pebisnis, juga wartawan. Seorang wartawan tersebut bisa saja menulis tentang hal unik dan pariwisata di Indonesia. Apabila hal tersebut terjadi maka pariwisata Indonesia bisa saja menarik kunjungan turis dari Negara asal wartawan tersebut. Dengan semakin banyaknya turis yang datang tentunya kita harus bersama-sama meningkatkan akses jalur transportasi dan pelayanan di tempat pariwisata Indonesia artinya kita harus siap berkarya. Selain itu inovasi juga perlu untuk lebih menarik lagi tampilan atau fasilitas yang ada di tempat pariwisata tersebut sehingga turis yang datang mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan ingin kembali berkunjung ke indonesia. Inovasi juga perlu untuk menciptakan ke khas-an untuk wilayahnya masing-masing, semisal dengan menciptakan souvenir atau barang kerajinan di daerah tersebut sebagai oleh-oleh bagi wisatawan.

Saya sangat senang mendengarnya dan mengetahui lebih banyak tentang pencapaian itu. Saya mendengar banyak komunitas yang berkembang di Annual Meeting 2015 di Peru, dapatkah Anda menceritakan hal tersebut?

Annual Meeting 2015 dihadiri oleh akademisi, para relawan, kelompok usaha, serta perusahaan besar yang berkesempatan  membahas permasalahan mereka di Peru. Saya ingin mengingatkan bahwa Annual Meeting IMF-World Bank tidak hanya dilaksanakan di tempat resmi saja, dalam hal ini pusat konvensi. Tetapi juga banyak perusahaan yang mengadakan pertemuan di tempat lain seperti hotel ataupun restoran. Jadi ini penting untuk diketahui, karena banyak orang yang berfikiran bahwa pertemuan ini hanya dilakukan antara Bank Dunia, Bank Sentral, Kementerian Keuangan, tapi ini lebih dari itu. Ada banyak hal baik yang bisa diperoleh dan mereka mengadakan pertemuan bilateral di ruang publik. Jadi ini sulit untuk dijelaskan, tapi ada banyak filosofi bagi kelompok bisnis dan semua Negara menciptakan kesempatan untuk bisnis baru termasuk kelompok lokal. Menurut saya manfaat ini berasal dari pertukaran antar budaya dari sekian banyak Negara.

Ilmu keempat yang diperoleh adalah memanfaatkan peluang, jika membaca pengalaman Peru di atas layaknya kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Terutama bagi pemilik ide bisnis atau start-up, acara ini merupakan momentum yang tepat untuk menggaet investor atau bisa juga berkolaborasi dengan pemilik bisnis ternama dari berbagai penjuru dunia. Terutama untuk mendukung kemajuan ekonomi negara kita tercinta “Indonesia”.

Jika ingin melihat langsung tayangan wawancaranya bisa melihat vidio di bawah ini: 

0 Response to "Empat Ilmu yang Didapat Dari Peru"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel