Memandang Keunikan Batu Pensil Di Teluk Kabui, Raja Ampat

Tak terasa hampir dua jam kami menaiki speed boat semenjak PelabuhannPerikanan Sorong, saya merasa kecepatannya semakin pelan dan tak beberapa lama akhirnya menepi ke dermaga kayu yang berada di depan karang. Saat itu langit nampak sedikit mendung dan tak lama kemudian saya merasakan tetesan air dari langit, dan benar saja ternyata kedatangan kami disambut dengan hujan gerimis. Gerimis manja ala-ala FTV gitu. 

Foto di Teluk Kabui
Meskipun hujan gerimis tak menyulutkan niat kami untuk sekedar berfoto-foto dengan latar belakang batu karang. Karena penasaran akan nama tempat kami singgah kali ini, aku mencoba menanyakan nama tempat ini kepada pemandu wisatanya, mereka menjawab ini merupakan daerah “Teluk Kabui”. Memang agak asing mendengar kata Teluk Kabui, karena selama ini jika mendengar seputar Raja Ampat yang terlintas adalah Wayag ataupun Piaynemo.

Meski nama Teluk Kabui tak sepopuler Wayag atau Piaynemo, tapi dseinasi wisata yang satu ini wajib dikunjungi. Teluk Kabui dihuni oleh gugusan pulau yang tak kalah mempesona. Ada satu ikon unik di Teluk Kabui ini, namanya Batu Pensil. Dan kebetulan pada saat itu kami berlabuh di dermaga kayu yang letaknya hanya beberapa meter dari Batu Pensil. 

Foto Batu Pensil Dari Kejauhan
Tak ada yang tahu secara detail dan pastinya apa latar belakang penamaan Batu Pensil pada objek wisata ini. Padahal, saat saya melihat dan sedikit mengamati, batu ini bentuknya tidak mirip sama sekali dengan bentuk pensil. Batu ini berbentuk sebuah batu yang tinggi besar menjulang ke atas dan ditumbuhi sejumlah tumbuhan hijau di beberapa sudutnya.

Namun, beberapa rumor mengatakan bahwa batu setinggi 15 meter ini dulunya berbentuk seperti pensil. Dan orang yang pertamakali menemukannya menyebutnya dengan nama Batu Pensil pada batu yang ditemuinya itu. 

Batu Pensil ini bisa dibilang sebagai gugusan pualu yang lazim ditemukan di Kepulauan Raja Ampat ini. Hanya saja, bentuknya yang tak lazim membuat batu ini lebih dikenal dan dianggap spesial oleh orang-orang termasuk para wisatawan. Batu Pensil ini direncanakan akan dimasukkan sebagai Situs Geopark Dunia bersama dengan beberapa gugusan pulau yang ada di sekitarnya. Hal ini dilakukan agar Batu Pensil dan gugusan pulau lainnya bisa memperoleh perlindungan yang semestinya supaya tidak mudah dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, jika akhirnya masuk ke dalam Situs Geopark Dunia, Batu Pensil dan gugusan pulau lainnya juga akan mendapat perawatan yang semestinya, mengingat Batu Pensil dan gugusan pulau lainnya akan mudah sekali rusak jika terus terkena cuaca yang terkadang tak menentu,

Waktu kami berkunjung kemaren, di sekitar batu ini, sudah ada sebuah dermaga kayu yang menjadi tempat berlabuhnya kapal kecil ataupun speedboat yang ditumpangi oleh para wisatawan. Dermaga ini sekaligus dijadikan tempat untuk berfoto dengan latar belakang batu pensil. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan kamipun juga berfoto berlatar belakang batu pensil. Tapi fotonya nggak saya posting ya, karena saya nggak masuk dalam foto, hehe. 

Terimakasih kawan telah membaca tulisan ini, kalau ada kritik atau saran bisa tulis di kolom komentar ya, bye-bye. 

*Cerita perjalanan ini merupakan cerita liburan penulis pada saat acara gathering kantor pada bulan februari 2018 dan baru kali ini posting di blogger. Terimakasih telah mampir dan membaca tulisan ini. Tunggu tulisan selanjutnya tentang liburan di Raja Ampat. 


0 Response to "Memandang Keunikan Batu Pensil Di Teluk Kabui, Raja Ampat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel