Sejenak Bermalam di Stasiun Semarang Tawang (Cerita dan Wisata)

Foto tampak depan Stasiun Semarang Tawang (oleh: Alaik Murtadlo)

Semarang (2/12/2017) Bunyi khas stasiun sudah dibunyikan, dan pengumuman dari Customer Service stasiun semarang tawang  begitu nyaring terdengar. Kalau tidak salah beginilah bunyinya, "Perjalanan anda telah sampai di stasiun semarang tawang, bagi yang mengakhiri perjalanan di Stasiun Semarang Tawang, sebelum turun periksa dulu barang bawaan anda, jangan sampai ada yang tertinggal di dalam kereta, pintu keluar ada di sebelah timur stasiun" begitulah kurang lebihnya. Dan saya (alaik murtadlo) pun segera mengambil tas saya untuk turun di stasiun semarang tawang. 

Jam masih menunujukkan pukul 02.00 WIB ketika saya keluar dari stasiun semarang tawang. Berhubung tidak memesan penginapan saya putuskan untuk tidur di kursi yang tersedia di luar stasiun semarang tawang, sembari menunggu adzan shubuh tiba. Sayapun memutuskan untuk tidur di kursi kosong yang ada di stasiun semarang tawang dengan berbantalkan tas dan berselimut jaket. Kira-kira sekitar satu jam saya terlelap akhirnya terbangun juga karena banyaknya nyamuk dan tempat mau di bersihkan oleh petugas kebersihan. 

Setelah itu saya memutuskan jalan-jalan di sekitaran stasiun sembari menunggu adzan shubuh. Sambil memperhatikan langit semarang dan memfoto beberapa spot di Stasiun Semarang Tawang dengan kamera HP. Tak terasa setengah jam pun berlalu, dan yang di tunggu akhirnya tiba juga. Adzan shubuh terdengar dari masjid di depan Stasiun Semarang Tawang, dan saya langsung bergegas menuju ke sana. Saya melihat banyak orang berbaring di masjid, tahu begitu saya numpang tidur di sini saja ya, batin saya dalam hati. Ahh,, namun semuanya sudah berlalu, mungkin ini bisa dijadikan pengalaman kedepannya apabila pergi ke Semarang lagi, Hehe. Sayapun bergegas mengambil air wudlu dan segera menunaikan shalat berjamaah. 

Berhubung ini lagi di Stasiun Semarang Tawang, alangkah baiknya membahas beberapa sejarah mengenai stasiun Semarang Tawang.Berdasarkan hasil googling, inilah beberapa hal menarik yang bisa diperoleh dari stasiun Semarang tawang. 


Letak Stasiun Semarang Tawang

Foto tampak depan Stasiun Semarang Tawang (oleh: Alaik Murtadlo)
Stasiun Tawang Semarang SMT
Alamat: Jl. Taman Tawang No 1 Semarang
Nomor Telepon: 024 3544544, 3511072, 3582859
Contact Center KA melalui nomor panggilan 121(Telepon rumah) dan 021 121 (telepon genggam), Layanan (24 jam) : Reservasi – Informasi – Keluhan – Saran.

Info jadwal dan Reservasi: http://tiket.kereta-api.co.id

Semua kereta penumpang yang melintasi jalur utara, baik kelas eksekutif, bisnis, maupun ekonomi berhenti atau sekedar melewati stasiun ini. Stasiun yang berada di Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang ini ternyata menyimpan banyak sejarah tentang perkeretaapian Indonesia.


Sejarah Stasiun Semarang Tawang

Stasiun Semarang Tawang (oleh: Alaik Murtadlo)
Stasiun ini didirikan oleh perusahaan kereta api swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dan dirancang oleh seorang arsitek Belanda Mr Sloth Blauwboer. Setelah rancangan disetujui, upacara peletakan batu pertama pembangunan dimulai pada 29 April 1911.

Tiga tahun kemudian stasiun baru NISM selesai dan diresmikan pada 1 Juni 1914. Sesuai nama wilayahnya, stasiun tersebut dinamakan Stasiun (Semarang) Tawang NIS. Sejak peresmian itu stasiun lama semarang lebih dikhususkan untuk stasiun bongkat muat barang dan Stasiun Tawang hanya melayani kereta api penumpang.

Saat masa kemerdekaan, Stasiun Tawang setidaknya pernah menyelenggarakan perjalanan kereta api luar biasa (KLB) sebanyak dua kali. Pertama ialah pada saat para pemuda dan pekerja kereta api di Semarang Tawang melakukan perjalanan jurusan Bandung untuk pertama kalinya. Perjalanan pada 10 September 1945 itu untuk membuktikan kepada para pimpinan Indonesia di kantor pusat Bandung bahwa perkeretaapian di seluruh Jawa Tengah sudah berhasil dikuasai Indonesia.

KLB kedua terjadi pada akhir bulan Oktober 1945, yaitu kedatangan Presiden Soekarno disertai Sekneg Gafar Pringgodigdo di Stasiun Tawang untuk perundingan gencatan 'Pertempuran Lima Hari Semarang' pada peristiwa pertempuran itu sendiri, awak Stasiun Tawang sigap membantu mengungsikan 15 lokomotif kiriman dari Stasiun Poncol untuk diteruskan menuju Kedungjati.

Selain memiliki cerita sejarah yang menarik untuk diketahui, Stasiun Semarang Tawang memiliki keunikan tersendiri yaitu jika umumnya stasiun kereta di Indonesia memakai nada Westminster Chime sebagai penanda kedatang kereta, maka tidak dengan Stasiun Tawang. Stasiun ini menggunakan melodi bel pertanda datang-perginya KA selalu menggunakan lagu tradisional khas daerah Semarang yang berjudul "Gambang Semarang".



Stasiun Semarang Tawang Menurut SeputarSemarang.Com

Stasiun Semarang Tawang (oleh: Alaik Murtadlo)
Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun induk di Kota Semarang yang melayani kereta api eksekutif dan bisnis, serta ekonomi. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api besar tertua di Indonesia. Sejak pertama kali di bangun, tak banyak perubahan terjadi di Stasiun Tawang. Hampir seluruh bagian di stasiun ini tetap sama. Lapangan di depan Stasiun Tawang (sekarang menjadi Polder) juga mempunyai nilai historis yang tinggi yaitu sebagai ruang terbuka di kawasan kota lama yang difungsikan sebagai tempat upacara, olah raga, pertandingan dan sebaginya.
Stasiun Tawang merupakan pengganti Stasiun Tambak Sari milik N.I.S yang pertama. Adapun pembangunan stasiun pertama tersebut ditandai dengan upacara pencangkulan tanah oleh Gubernur Jenderal Mr. Baron Sloet van de Beele, bersamaan dengan pembentukan sistem perangkutan kereta api milik N.I.S pad atanggal 16 Juni 1864. N.I.S melayani jalur Semarang – Yogya – Solo. Setelah mengalami proses pembangunan yang tersendat-sendat akhirnya jalur pelayanan kereta api ini terselesaikan pada 10 Pebruari 1870. Berkembangnya kegiatan perdagangan menyebabkan stasiun Tambak Sari tidak memenuhi syarat lagi. Maka direncanakanlah stasiun yang baru dengan arsitek J.P de Bordes. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, stasiun ini diambil alih oleh Pemerintah Daerah Kotamadya Semarang dan diganti dengan nama Perusahaan Jawatan Kereta Api Tawang ( PJKA).
Tidak banyak perubahan yang dilakukan pada stasiun ini terutama pada bagian facade dan sampai sekarang masih terawat dengan baik. Lapangan di depan Stasiun Tawang ( sekarang menjadi Folder ) juga mempunyai nilai historis yang tinggi yaitu sebagai ruang terbuka dari kota lama yang difungsikan sebagai tempat upacara, olah raga, pertandingan dan sebaginya.
Stasiun Tawang merupakan tetengger yang penting bagi kawasan Kota Lama. Pada masa lalu terdapat sumbu visual yang menghubungkan stasiun ini dengan Gereja protestan ( Blenduk ). Sehingga peran stasiun ini dalam pembentukan citra kawasan sangat penting dan mampu menambah nilai kawasan. Integritas langgam arsitektur Indische sangat kuat dan banyak terpengaruh unsur lokal. Integritas kekriyaan ditampilkan dalam detil bermotif dan berwarna. Integritas setting masih tetap seperti semula. Sedangkan integritas type bangunan merupakan ruang kantor. Integritas sesinambungan fungsi yaitu sebagai bangunan pengangkutan masih terjaga dengan baik. Kaitan bangunan dengan sejarah yaitu pembangunannya ditujukan untuk menggantikan stasiun Tambak Sari di Pengapon, dengan perancang adalah JP Bordes. Selain itu kaitan bangunan dengan sejarah perangkutan milik NIS tidak kecil. Arsitekturnya unik, dengan ciri arsitektur Indische yang bahan untuk elemen dinding yang bermotif dan berwarna menjadikan bangunan ini sangat estetis. Dilihat dari segi lansekap kota, Stasiun Tawang menambahkan kualitas dan potensi dari ruang terbuka di kawasan tersebut.
Dan begitulah cerita dan hasil browsing saya mengenai stasiun semarang tawang, terimakasih telah berkunjung dan semoga bermanfaat. Dan ikuti terus perjalanan di Semarang bersama saya (Alaik Murtadlo), karena setelah artikel ini akan ada perjalanan di Kota Lama Semarang. Terimakasih telah membaca dan berkunjung di blog ini. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Sejenak Bermalam di Stasiun Semarang Tawang (Cerita dan Wisata)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel