Cerita PKL di PPF-LIPI Serpong: Sudah Terbiasa

Cerita PKL di PPF-LIPI
Begitu indahnya dunia dan mataku terbuka dari tidurku ketika waktu sudah menunjukkan pukul 05:10,Segeraa aku terbangun daritempat peraduan lelahku, lalu kuambil air kubasuh setiap bentang tubuhkudan dalam hatitertera niat membersihkan diri, lalu aku berdiri menghadap ke pusat bumi ini, kusematkan niat dalam hati tuk mengharapkan ampunan Illahi Rabbi, kutundukkan kepala ini sampai sudut terndah dan tanganku terperadah meminta berkah dan kulafalkan do’a yang penuh pinta, mengharapkan Yang Maha Esa akan mengabulkan segalanya, karena hanya pada-Mu-lah tempat berlabuh segala do’a *aamiin* (Serpong)   

Hari ini adalah hari keempat belasku selama menjalani PKL disini, dan akupun mulai hafal satu persatu apa yang telah menjadi kebiasaaku sebelumnya. Pagi harus sudah mandi dan berangkat menuju ke PUSPITEK. Aku berangkat kesana bersama temanku dan kami telah mengantri bis semenjak mentari belum mulai menerikkan sinarnya. Mungkin karena masih terlalu pagi pak supir berangkat, maka hanya sedikit penumpang yang akan naik, hingga kami tak perlu berdesak desakan untuk naik. Akhirnya kami telah sampai didepan pintu masuk PPF LIPI, seperti biasanya pula kami melakukan absensi dan menuliskan nama kami pada sebuah buku besar yang terpampang diatas meja. Lalu kami menuju ke lab untuk sekedar mencari koneksi internet. Dan sambil berselancar di dunia maya kami mengerjakan karya tulis ilmiah yang harus kami buat.

Tak teras jam telah menunjukkan pukul Sembilan pagi, berarti kami sudah hamper 2 jam telah duduk disini. Tiba tiba pak Dwi Hanto datang menghampiri kami, meminta izin kepada kami untuk mengambil meja yang kami pakai untuk dipindah dan kami harus pindah ke lab serat optic lagi. Namun sebelum itu aku diminta bantuan untuk mengangkat meja tersebut. Lalu kamipun akhirnya pindah,meskipu agak berat hati sih, karena koneksinya internet di lab ini agak lama disbanding lab yang tadi. Karena hari ini hari jum’at akupun mempunyaikewajiban untuk melakukan shalat Jum’at, lalu aku bergegas untuk pergi menuju masjid. Aku ke masjid dengan jalan kaki,namun belum jauhaku berjalan tiba tiba pak Dwi Hanto menghampiriku, dia menawariku boncengan dan akan menghantarkanku ke masjid, namun karena beliau mau pulang aku ditawarkan boncengan ke temannya dan aku akhirnya bareng pak Reza, dan kamipun akhirnya menuju masjid di BPPT. Ini pertama kalinya aku ke BPPT, dan tak mengherankan mempunyai masjid karena karyawannya aja banyak sehingga bisa untuk engadakan jum’atan sendiri. Selesai jum’atan kamipun kembali ke PPF LIPI. Lalu aku bergegas menuju ke lab dan meminta pesanan makan yang aku pesan pada temanku tadi. Lalu kami melanjutkan analisis data percobaan kami hingga kamipulang itulah agenda kami pada hari ini. Lalu kami pulang jalan kaki,namun pasukan kami padahari ini berkurang karena teman kami Firoh dan Yousi tidak masuk pada hari ini. Akhirnya setelah beberapalama berjalan kami sampai juga di kos kosan aku segera bergegas menuju kamarku.

Selesai shalat maghrib aku menuju kekamar temanku untuk makan malam,akhirnya kami memutuskan untuk membeli lauk bersama sama dan kamipun menuju warteg. Kamipun membeli telur dan sayur. Lalu kami kembali lagi ke kos untuk makan. Selesai makan aku menuju kamar temanku, untuk meminta foto kami di Jakarta pada minggu kemarin.Lalu aku main pes hingga puku sebelas malam, dan karena waktu sudah malam akhirnya aku kembali kekamarku dan tidur, semoga esok menjadi liburan yang terindah. Karena besok kami berencana liburan ke kebun raya bogor bersama sama.

0 Response to "Cerita PKL di PPF-LIPI Serpong: Sudah Terbiasa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel