Cerita PKL di PPF-LIPI Serpong: Weekend is Holiday Time

Personil PKL PPF LIPI Sedang Liburan di Kota Tua Jakarta.
Terbangun aku dari tidurku ketika waktu masih menunjukkan pukul 03:22, teringat semalam karena aku belum menuanikan shalat isya’ maka aku harus memaksa raga ini harus bangun dari peraduannya, akhirnya akupun terbangun dan kubasuh muka serta kusematkan niat dalam diri untuk mebersihakan diri dan hati supaya senantiasa suci, lalu aku menuanikan shalat isya’, selesai shalat isya’ akupun mendengarkan beberapa lagu sambil menanti datangnya waktu shubuh, akhirnya shubuhpun tiba bersamaan dengan datangnya sayup sayup merdu kumandang adzan dan akupun sesegera mungkin untuk menunaikan panggilan itu, selesai shalat kusempatkan untuk mebaca beberapa lembar ayat suci Al qur’an sebagai penyejuk hati, dan do’aku kali ini adalah semoga hari ini cerah dan liburan kali ini selalu mendapat berkah, karena aku tahu hanyalah Engkau Dzat Yang Maha Pemurah*aamiin* (Serpong)       

Hari ini hari sabtu, gerimis sempat mengguyur pagi dan mendung masih menyelimuti aku segera mandi karena hari ini aku ada janji mengisi liburan pergi ke Jakarta bersama teman-teman Teknobiomedik 2012. Sebenarnya kami janjian pukul 6 pagi karena dirasa masih hujan dan terlalau pagi dan teman kami firman belum mandi akhirnya kamipun menunggu sejenak. Setelah teman kami selesai mandi akhirnya kami berlimapun (aku, firman,icha, heni dan nana) berangkat menuju stasiun dengan menggunakan angkot, dengan membayar 4000 rupiah kamipun sampai di stasiun serpong, meski harus berjalan kaki sejenak dan berhujan hujanan. Sesampai di stasiun kami menunggu kedatangan teman kami dari Teknobiomedik, setelah beberapa menit berlalu akahirnya mereka datang sekitar 15 anak dan itu cukup banyak. Lalu kami membeli tiket komuter untuk menuju ke stasiun Jakarta Kota. Dengan tiket seharga 8000 (5000 sebagai jaminan kartu Tiket dan 3000 sebagai harga tiket menuju Jakarta kota) kami akhirnya berangkat menuju stasiun Jakarta Kota dengan terlebih dahulu turun di stasiun Tanah Abang lalu ganti kereta menuju Kampung Badan lalu sempat menunngu 45 menit di stasiun Kampung Badan untuk menunggu kereta menuju Jakarta Kota. Sesampai disana kami tak lupa berfoto terlebih dahulu dan menunggu semua berkumpul karena ada yang masih ke toilet serta mengambil uang di ATM.

Setelah semuanya berkumpul akhirnya kami berangkat bersama sama menuju kota tua, sempat berfoto foto sebentar akhirnya kamipun berpencar dan berjanjian bertemu kembali di depan Batavia café  jam da belas siang. Akhirnya kami berpencar dan aku bersama keempat temanku dari fisika berjalan menuju museum wayang, dengan tiket masuk seharga 3000 rupiah untuk mahasiswa kami akhirnya masuk kedalam museum. Setelah berputar mengelilingi museum dan berfoto-foto  sekitar 45 menit akhirnya kamipun keluar museum.Dan karena belum pukul 12 siang, kami akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam museum Fatahillah disana kami berfoto foto dan karena waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, akhirnya telefon temanku berdering panggilan dari mita TB 2012, meminta kami untuk segera menuju ke Batavia café. Karena kami belum sampai berputar putar di museum fatahillah akhirnya kami meminta untukmenunggu sejenak, dan akhirnya menunngu kami di stasiun Jakarta kota sambil makan siang di KFC. Kami berlima akhirnya melanjutkan mengelilingi museum Fatahillah. Dan kami merasa keliling kami cukup, meskipun belum semuanya kami lihat akhirnya kamipun keluar dari museum dan mencoba untuk mencari makanan untuk mengisi perut kami yang lapar. Setelah berdiskusi senbentar akhirnya kami meutuskan untuk makan di Pedagang Kaki Lima, seporsi nasi pecel siap untuk mengisi perut kami yang sedang kelaparan. Meskipun nasi pecel yang kami cukup pedas namun cukuplah untuk mengisi perut kami ini. Harga seporsinasi pecel kami kali ini adalah sepuluh ribu. Setelah makan akhirnya kami menuju stasiun Jakarta kota untuk menyusul teman kami yang terlebih dahulu sampai disana. Sesampai disana ternyata mereka belum selesai makan, kamipun meenunggu sejenak dan akhirnya mereka selesai makan. Karena kami semuanya belum melakukan shalat dhuhur akhirnya kami mencari tempat untuk sholat. Dan karena kami tidak menemukan mushalla akhirnya kami memutuskan untuk shalat di masjid istiqlal.

Kami semua berjalan untuk menuju halte busway terdekat di daerah Jakarta kota, dan akhirnya kami sampai setelah beberapa menit berjalan. Karena cuma ada seorang diantara kami yang memiliki kartu e-money untuk masuk ke dalam halte, akhirnya kami antri untuk masuk kedalam halte. Ya memang ticketing untuk naik kedalam busway harus menggunakan e-money. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya bus yang akan kami tumpangipun datang, kami semua masuk kedalam bis lalu menuju ke halte bus yang lain untuk ganti bus menuju halte juanda yang letaknya tak jauh dari masjid Istiqlal. Lalu setelah sampai di halte juanda kamipun berjalan ke masjid Istiqlal. Sesampai disana tak lupa kami berfoto sebentar didepan masjid lalu masuk ke dalam masjid. Kami menitipkan sandal kami semua di ta’mir masjid, lalu kami mengambil air wudlu dan naik kelantai dua untuk shalat. Karena dirasa akan memakan waktu yang lama kami akhirnya menjama’ shalat kami.Selesai shalat kamipun istirahat sejenak dan jadwal perjalanan kami selanjutnya adalh ke Monumen Nasional atau biasa disebut “Monas”. Sebelum menuju ke monas kami bertanya dahulu ke penjual ketoprak, setelah bertanya kami diarahkan untuk menunggu bus gratis city tour (bus yang melayani keliling kota Jakarta gratis, untuk para wisatawan) di halte sebelah masjid istiqlal. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya buspun datang, dan kami naik semuanya, eh ternyata dalam bis tersebut tidak boleh ada yang berdiri sehingga kami semua yang telah terlanjur naik turun semua karena busnya tidak muat untuk kami tumpangi. Karena dirasa jumlah kami terlalu banyak akhirnya kami memutuskan untuk membagi dua supaya bisnya muat. Karena ada banyak penumpang lain yang naik akhirnya hanya empat anak yang naik yaitu fikar, dzaki, andini dan ika. Mereka berempat naik bus menuju ke Monas. Kami yang masih di halte akhirnya melihat google map dan kami semua memutuskaan untuk jalan kaki menuju ke monas, karena kami merasa jaraknya cukup dekat dari tempat kami sekarang. Setelah berjalan sekitar lima belas menit, akhirnya kami sampai juga di Monas. Dan dalam hati aku mengucap “Welcome to Monas” , dan sesampai disana kami berpencar dan janjian jam empat berkumpul didepan pintu gerbang keluar. Kami berputar-puter mengelilingi monas sambil berfoto foto. Namun sayang kami disana tidak bisa naik ke monas karena waktu untuk naik ditutup pada pukul 3 sore, sementara kami sampai disana jam 3 lebih. Tak terasa waktutelah menunjukkan pukul 4 sore kami akhirnya berjalan pelan menuju ke pintu gerbang keluar sambil berfoto foto, dan akhirnya kami sampai di pintu gerbang keluar dan tujuan kami selanjutnya adalah Grand Indonesia.

Kami menunggu di halte untuk menanti kedatangan bus city tour, namun kali jumlah kami berkurang 4 anak karena mereka pergi ke rumah saudara mereka. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya buspun datang dan bus terlihat lumayan kosong dan harapan kami agar semua muat naik ke dalam bis. Setelah kami bertanya apakah bisa bis menuju Grand Indonesia akhirnya kami yakin untuk masuk kedalam bus. Setelah berkeliling kami akhirnya sampai di halte Plaza Indonesia yang katanya letaknya dekat dengan Plasa Indonesia, kami sempat bertanya kepada security sebelum kami menuju ke Grand Indonesia dan dia memberi arahan kepada kami jalan menuju Grand Indonesia. Sesampai disana kami masuk dan naik untuk mencari mushalla, karena sebagian dari kami ada yang belum shalat. Setelah shalat kami berkeliling sejenak dan sambil menunggu datangnya waktu maghrib kamimemutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu. Kamipun akhirnya makan di KFC lumayanlah harganya daripada rumah makan yang lainnya. Yang kami rasa cukup mahal bagi kantong kami. Selesai makan akhirnya kami shalat maghrib dan selesai shalat maghrib semuanya berkumpul untuk melanjutkan perjalanan pulang ke serpong. Untuk kembali ke serpong kami memutuskan untuk naik kereta komuter namun kami harus menuju ke stasiun sudirman terlebih dahulu. Kamipun berjalan kaki untuk dapat sampai kesana. Sekitar 20 menitan dan sempat bertanya-tanya kepada orang dijalan akhirnya kami sampai di Stasiun Sudirman. Kamipun akhirnya sampai dan membeli tiket pulang seharga 3000 menuju ke serpong. Akhirnya kereta yang aka kami tumpangipun datang sebelum ke serpong kami harus ganti kereta dulu di stasiun Tanah Abang, dan setelah ganti kereta di stasiun Tanah Abang kami akhirnya sampai juga di Stasiun Serpong. Sesampai di serpong sebagian dari kami mengembalikan tiket kereta dan mendapat uang ganti sebesar 5000. Untuk menuju ke kos kami akhirnya kami memutuskan untuk naik angkot kami mengumpulkan uang 4000@orang dan akhirnya uang terkumpul lalu kami mencari angkot, dan karena belum terlalu malam akhirnya kami mendapatkan angkot yang mengantarkan kami ke kos kami masing masing.

Singkat cerita sesampai di kos akupun langsung menuju ke tempat tidur untuk merebahkan badan. Selamat malam dunia mimpi yang indah.

0 Response to "Cerita PKL di PPF-LIPI Serpong: Weekend is Holiday Time"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel