Cerita PKL di PPF-LIPI Serpong : Masih saja Hujan

Personel PKL PPF-LIPI
Sayup-sayup hujan masih terdengar ditelinga, ketika mentari telah menampakkan sinarnya, waktu itu juga aku belum juga mengedipkan mata, dan telihat waktu telah menjauh dari pagi, tersentak aku ketika kulihat jam telah menunjukkan pukul 06  pagi lalu aku bergegas untuk shalat shubuh setelah sebelumnya berwudlu, lalu kulantunkan ayat suci Al-Qur,an dan aku memohon ampun atas semua dosaku hanya Engkaulah Dzat Yang Maha Pengampun atas segala dosa  *aamiin* (Serpong) 

Hujan belum juga menunjukkant kata reda, ketika ingin kulangkahkan kaki keluar menuju tempat aku nanti menunutut ilmu menambah pengetahuanku akan segala hal yang ingin ku tahu. Karena hujan tak kunjung reda akhirnya aku menuju ke kamar kos temanku kami akhirnya berangkat bersama ditemani rintik rintik hujan yang selalu mendo’akan langkah mulia kami. Untuk menuju PUSPITEK kali ini kami naik angkot karena dirasa akan lebih cepat dan menghindari hujan. Akhirnya kami sampai di gerbang PUSPITEK. Sejenak kami menunggu akhirnya bis datang juga, mengantarkan kami kedepan pintu gerbang PPF LIPI.

Melakukan hal yang seperti hari hari biasa sebelum hari ini, kami absensi lalu menuju ke ruangan.Dan waktupun terus berjalan hingga tak terasa perut ini tlah lama kosong dan minta diisi, karena ini hari senin kantin di PPF LIPI biasanya libur. Dan pada waktu itu diluar masih juga hujan, akhirnya ada teman kami yang ingin makan di kantin tetangga kamipun kesana dan betapa kecewanya kami, disana nasinya habis dan harus menunngu sekitar lima belas menit untuk menanti nasinya benar benar matang. Akhirnya nasi yang ditunggu tunggupun sudah  matang akhirnya kami makan, namun karena lauknya habis aku Cuma makan dengan sayur asem, dan pada saat membayar makanan betapa kagetnya ternyata nasi yang kupesan seharga 7000, sementara temanku yang makan lauk telur seharga 6000. Setelah makan kamipun kembali ke PPF LIPI. Lalu kami shalat dzuhur. Setelah shalat pak andi datang memberi arahan kepada kami, lalu pergi lagi.

Tak terasa waktu beralu begitu cepat hingga waktu tlah menunjukkan pukul empat sore, kami bersiap sipa untuk pulang, namun sebelum pulang kami Shalat Ashar terlebih dahulu. Lalu kami absensi dan pulang. Kami berjalan berenam, namun ditengah perjalanan kami dihampiri oleh pak andi,beliau memberi tahu kepada kami bahwa besok beliau akan ke Jakarta, lalu pergi berjalan terus hanya itu saja pesan beliau kepada kami.Kami melanjutkan perjalanan kami hingga akhirnya sampai di kos.


Singkat cerita untuk hari ini, seperti hari biasanya mungkin karena ku terlalu lelah sebelum maghrib aku tertidur dan terbangun sekitar setengah sebelas malam.Aku lalu shalat Maghrib dilanjutkan Shalat Isya’ setelah itu aku tertidur lagi hingga waktu pagi. Semoga mala mini terasa indah dihiasi bunga bunga mimpi.

0 Response to "Cerita PKL di PPF-LIPI Serpong : Masih saja Hujan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel