Cerita PKL di PPF-LIPI Serpong: Masih Seperti Biasanya

Cerita Alaik Murtadlo PKL di PPF LIPI
Foto personil PKL di PPF LIPI
Terbangun aku dari tidurku, dan kamarku masih terasa gelap, karena pelita dalam kamarku belum juga menyala, ku berdiri menantang kerasnya hari, kunyalakan lampu hingga terasa terang dalam jiwa, ku berjalan menuju kamar mandi dan kubasuh raga ini dengan setetes air wudlu penyejuk rohani, lalu kubalut diri ini dengan sarung hingga tertutup semua auratku, kuarahkan seberkas  permadani kearah kiblat, kusujudkan raga yang hina ini pada Yang Maha Esa, meminta peleburan atas segala dosa, kutengadahkan tangan untuk sekedar meminta, sepasang mata yang tak jua berkedip meresapi indahnya makna yang terkandung dalam kalam Illahi, mencoba membacanya dengan khusyu’ dan kerendahan hati kuharap kan Ridlo Illahi selalu menemani setiap detik yang aku jalani, Tuhan akau tahu bahwa hanya Engkaulah Dzat Yang Maha Pemberi Keselamatan  *aamiin* (Serpong)    

Jam 5 pagi aku terbangun dari tidurku.Lalu mencoba mengambil air wudlu dan menunaikan ibadah Shalat Shubuh. Dan tak terasas jam menunjukkan pukul 06:20 pagi, lalu aku mandi menuju kamar temanku dan kamipun berangkat bersama sama.

Pada hari ini kami berangkat dengan jalur yang berbeda dari kemarin. Karena kami rasa dengan berangkat dengan jalan ini lebih aman daripada jalur biasanya.Sesampai disana kami menunggu kedatangan bis sebentar dan alangkah banyakya penumpang yang ingin naik bus sehingga, bispun penuh dan sesak. Seperti biasa setelah sesampai disana kami absensi lalu masuk ruangan. Kami disana membuka internet dan mencari materi tentang FBG.

Dan akhirnya Pak andi datang dan melihat hasil kerjaan kami kemarin sore, lalu  menyuruh kami merapikan opto amplifier supaya kabel kabelnya tertata rapi. Akhirnya kamipun merapikannya hingga selesai. Setelah selesai kamipun istirahat. Setelah istirahat kami tdak ada kerjaan alias tidak ada arahan apalagi, sampai jam 4 hingga akhirnya kamipun pulang.
           
Seperti hari hari sebelumnya akupun melaksanakan kegiatan sehari hari. Karena perutku terasa lapar akhirnya aku memutuskan untuk berjalan jalan malam, lalu membeli makan lauk tahu dan sayur kangkung es tawar seharga 6rb di WARTEG seberang jalan.


Setelah itupun aku kembali pulang dan tidur.

0 Response to "Cerita PKL di PPF-LIPI Serpong: Masih Seperti Biasanya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel