Cerita PKL di PPF-LIPI Serpong : Fiber Optic Baru

PKL PPF LIPI PUSPITEK Alaik Murtadlo Februari
Personil PKL di PPF LIPI PUSPITEK Serpong, Tangsel.
Sempat aku terbangun aku dari tidurku ketika waktu masih menunjukkan pukul 03:22, karena ngantuk serasa berat diragaku lalu aku tidur lagi, terbangunaku ketika burung urung berkicau begitu merdu, kuambil air wudlu lalu kutunaikan kewajibanku sebagai muslim yaitu Shalat shubuh, kulantunkan ayat suci Al-Qur’an sebagai do’a penyejuk hati, dan kuakhiri dengan sebuah pinta kepada Yang Maha Esa, Tuhan berikan aku kebaikan, rakhmat serta kebersyukuran atas semua nikmat yang Engkau berikan kepadaku hari ini, karena ku tahu bahwa hanya Engkaulah Dzat Yang Maha Pemberi atas segala pinta  *aamiin* (Serpong)           

Semalam sebenarnya sempat terbangun karena badan masih terasa kantuk akhirnya aku tidur lagi dan terbangun ketika jam 05:40 pagi.Setelah itu seperti biasa aku melakukan aktifitas seperti biasa dan berjalan menuju PUSPITEK bersama temanku.
            
Hari ini adalah hari jum’at, ya dimana kewajiban bagi setiap muslim laki-laki untuk menunaikan shalat jum’at. Setelah selesai mempelajari materi untuk hari ini aku menuju gerbang luar untuk menuju masjid terdekat dan Shalat Jum’at. Namun setelah keluar dari gedung LIPI ketemu pak andi yang kebetulan mau menuju masjid dan beliau menawari aku untuk ke masjid bersama, dan tawaran inipun tak akan aku tolak. Alhamdulillah, lumayanlah menghemat energi. Dan sesampai di masjid kami menuju ke tempat masing masing, kami berjanjian untuk bertemu lagi setelah selesai shalat di tempat parkir motor tersebut. Selesai Jum’atan kami bertemu kembali di tempat yang telah disesuaikan, beliau menawari aku makan disana, namun aku memilih makan nanti aja di kantin LIPI. Sesampai di parkiran belakang LIPI kamipun makan, dan ini merupakan pertama kali aku makan di kantin semenjak aku PKL disini. Untuk menu makan kali ini aku memutuskan untuk mengambil nasi serta sayur dan lauk sate dua tusuk. Selesai makanpun aku membayarnya. Iya ternyata makanan yang aku makan tadi seharga sebelas ribu.
            
Selesai makan aku kembali keatas untuk menyelesaikan pekerjaanku. Lalu pak andi datang ke ruangan kami mengajak kami untuk menguji getaran, melihat resonansi yang dimiliki bahan fiber glass yang kami pakai tempat meletakkan sensor. Setelah selesai uji mengunakan alat vibrasi kamipun kembali kedalam ruangan dan mencatat data yang di analisis tadi.
            
Kamipun menuju lab kami, karena tidak ada kegiatan kamipun mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan serat optic di internet. Waktu hamper menunjuukkan pukul 4 sore, pak andi datang pada kami lalu menyuruh kami intuk mempelajari jurnal tersebut. Dan setelah itu kami shalat lalu bersiap siap untuk pulang. Sebelum pulang tak lupa kami melakukan absensi.Kamipun keluar dari gedung dan kulihat langit begitu gelap karena mendung. Kamipun segera berjalan cepat supaya hujan tak membasahi langkah kami. Namun dijalan rintik rintik hujan mulai turun dan ada orang yang lewat menawari kami tumpangan namun karena kami berenam dan dirasa mobil tidak akan muat kami menolaknya. Hujanpun semakin deras dan kami mulai basah untung saja ada orang yang menawari kami tumpangan Dan akhirnya kamipun diantarkan sampai didepan kos kami.


Hujanpun belum kunjung reda hingga malam tiba, karena aku yang terlelah kurebahkan badanku di atas kasur dan aku teerlelap dalam pangkuan malam. Selamt tinggal hari Jum’at welcome weekend.

0 Response to "Cerita PKL di PPF-LIPI Serpong : Fiber Optic Baru"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel